Kamis, 29 November 2012

GERANIOL

Geraniol adalah monoterpenoid dan alkohol. Ini adalah bagian utama dari minyak mawar, Palmarosa minyak, dan minyak serai wangi (Java tipe). Hal ini juga terjadi dalam jumlah kecil di geranium, lemon, dan banyak minyak esensial lainnya. Tampaknya sebagai minyak jelas pucat-kuning yang larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik yang paling umum. Memiliki aroma mawar-seperti dan umumnya digunakan dalam parfum.
Geraniol diisolasi dari minyak serai dan dari minyak Palmarosa. Distilasi fraksional, misalnya, Java minyak serai wangi (jika perlu setelah saponifikasi ester hadir) menghasilkan fraksi yang mengandung ca. 60% geraniol, serta sitronelol dan seskuiterpen. Sebuah produk dengan konten yang lebih tinggi geraniol dan kualitas bau sedikit berbeda untuk digunakan dalam wewangian baik diperoleh dengan fraksionasi minyak Palmarosa setelah saponifikasi ester geranyl.

 
1.      Bagaimana sintesis geraniol pada minyak serai
2.      Mengapa dalam isolasi geraniol pada minyak sereh wangi menggunakan destilasi uap.
 

Minggu, 25 November 2012

ujian mid semester



Ujian Mid Semester

Matakuliah              : Kimia Bahan Alam
Kredit                       : 2 SKS
Dosen                        : Dr. Syamsurizal, M.Si
Hari/Tanggal            : Sabtu, 24 november 2012
Waktu                       : 15.30 sd 09.00 pagi ( 26 november 2012 )


Jawaban anda di posting diblog masing – masing. Ujian ini open book. Bilamana ditemukan anda mencontek jawaban teman anda maka anda dipastikan GAGAL dari mata kuliah ini.

1.      Kemukakan gagasan anda bagaimana cara mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak punya potensi ( tidak aktif ) dapat dibuat menjadi senyawa unggul yang memiliki potensi aktifitas biologis tinggi. Berikan dengan contoh.
Jawab:
Cara mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak punya potensi (tidak aktif ) dapat dibuat menjadi senyawa unggul yang memiliki aktifitas biologis tinggi. contohnya : Isolasi Mikroba Dari Tanah Ampas Tebu Dan Karakterisasi Enzim Dekstranase Yang Dihasilkannya
Dewasa ini industri enzim telah berkembang pesat dan menempati posisi penting dalam bidang industri. Berkembangnya berbagai teknologi pada industri biologi (bioindustri) yang menggunakan enzim, dengan sendirinya akan memerlukan berbagai jenis enzim dengan spesifikasinya masing-masing. Dekstranase adalah enzim yang dapat menghidrolisis ikatan (1,6) α glikosida pada polisakarida dekstran. Dekstranase mempunyai banyak peranan dalam industri gula dan bidang kesehatan. Mengingat peranan dekstranase bidang industri, maka perlu dilakukan penelitian untuk pengembangan produksi dan karakterisasi enzim dekstranase. Karakteristik enzim penting untuk menentukan aktivitas hidrolisis optimal sehingga dapat diaplikasikan secara komersil dalam bidang industri dan kesehatan.
 Dekstranase dapat diperoleh dari beberapa golongan mikroba, jaringan hewan dan manusia, dan dalam sampel tanah. Pada penelitian ini dilakukan isolasi mikroba dari tanah ampas tebu dan karakterisasi enzim dekstranase yang dihasilkannya. Tanah ampas tebu merupakan tanah yang diambil dari bawah tumpukan ampas tebu hasil
samping pengolahan pabrik gula. Tahap penelitian yang dilakukan adalah : (1) isolasi mikroba lokal penghasil enzim dektranase dari tanah ampas tebu ; (2) ekstraksi enzim dekstranase dari isolat mikroba lokal yang telah diperoleh dengan cara sentrifugasi dan presipitasi; (3) Karakterisasi enzim dekstranase (penentuan suhu dan pH optimum, pengukuran Vmaks dan Km)(4) Pengukuran kandungan protein menggunakan Bradford; (5) Pemisahan jenis enzim dekstranase menggunakan native page dengan zimografi sebagai pembanding.
           
2.      Jelaskan bagaimana idenya suatu senyawa bahan alam yang memiliki potensi biologis tinggi dan prospektif untuk kemaslahatan makhluk hidup dapat disintesis di laboratorium.
Jawab:
Adapun ide suatu senyawa bahan alam yang memiliki potensi biologis tinggi dan prospektif untuk kemaslahatan makhluk hidup dapat disintesis di laboratorium yaitu diambil dari kandungan buah-buahan dan sayur-sayuran.
Misalnya Pada kulit manggis dapat dibuat menjadi bubuk instan.
Dalam membuat bubuk kulit manggis ini dapat dilakukan dengan cara mengekstrak xanthone dari kulit manggis menggunakan 5 pelarut berbeda yaitu air, etanol 70%, etanol 96%, aseton 80%, dan aseton murni. Hasil ekstraksi dengan air sebanyak 0,723 mg xanthone tiap gram tepung kulit manggis, sedangkan ekstraksi tertinggi oleh aseton, 78,52 mg xanthone.
            Ekstraksi menggunakan aseton atau etanol dilakukan dalam skala laboratorium atau industri besar dan menengah karena membutuhkan ekstraktor dan evaporator yang harganya mahal. Proses ekstraksi dimulai dengan mengeringkan kulit manggis. Lalu kulit manggis dihancurkan menjadi serbuk kemudian diekstrak dengan etanol 70%. Ekstrak yang dihasilkan pada tahap ini masih berupa ekstrak cair. Ekstraksi kulit manggis dalam bentuk cair juga dapat langsung dikonsumsi sebagai konsentrat. Campurkan 5-10 tetes konsentrat ke dalam segelas air.
Untuk menghilangkan kadar etanol, ekstrak cair itu dievaporasi dengan evaporator atau feed dryer sehingga menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental dievaporasi, disterilisasi, dan dikeringkan lagi hingga menjadi serbuk.
Bubuk kulit manggis yang dihasilkan jadi produk antara. Selanjutnya dapat dibuat ke produk lanjutan seperti minuman instan, food suplement atau permen tablet. Kadar antosianin yang dapat diekstrak antara 5,7-6,22 mg/g, xanthone 0,72-34,95 mg/g, dan total fenol 50,5-154,57 mg/g serta memiliki kapasitas antioksidan 84,6-86,29% atau lebih tinggi sekitar 0,8 kali dibandingkan dengan aktivitas reaktif asam askorbat.
3.      Jelaskan kaidah-kaidah pokok dalam memilih pelarut untuk isolasi dan purifikasi suatu senyawa bahan alam. Berikan dengan contoh untuk 4 golongan senyawa bahan alam : Terpenoid, alkaloid, Flavonoid, dan Steroid.
Jawab:
Kaidah – kaidah  dalam memilih pelarut yang baik untuk mengisolasi dan purifikasi senyawa bahan alam yaitu sebagai berikut :
1.      Memiliki daya larut yang tinggi
2.      Mempunyai titik didih yang  rendah
3.      Memiliki kelarutan yang rendah sehingga dapat bercampur dengan air.
4.      Harganya  murah dan tersedia dalam jumlah besar
5.      Tidak mudah terbakar
Adapun contoh dari senyawa bahan alam yaitu sebagai berikut :
a.     Isolasi Senyawa Alkaloid Dari Ekstrak Metanol Daun Tumbuhan Jambu Keling. Dilakukan isolasi dengan menggunakan pelarut metanol .
c.       Isolasi Senyawa Steroid Dari Daun Tapak Liman menggunakan pelarut n- heksan

d.      Isolasi dan identifikasi senyawa terpenoid yang aktif antibakteri pada herba meniran (phyllantus niruri Linn) dilakukan dengan menggunakan pelarut n- heksana dengan cara metode Kromatografi Gas – Spektroskopi Massa.

4.      Jelaskan dasar titik tolak penentuan struktur suatu senyawa organik. Bila senyawa bahan alam tersebuat adalah kafein misalnya. Kemukakan gagasan anda hal – hal pokok apa saja yang di perlukan untuk menentukan strukturnya secara keseluruhan.
Jawab:
Dasar titik tolak penentuan struktur suatu senyawa organik dengan metode spektroskopi Infra Red (IR) dan pengukuran Nuclear Magnetic Resonance NMR. Contohnya Isolasi Senyawa Alkaloid dari Ekstrak Metanol Daun Tumbuhan Jambu Keling



 
Dari hasil destruksi dan netralisasi dan didapat padatan lalu pemisahan dan pemurnian serbuk daun jambu Keling (Eugenia cumini (L.) Druce) diperoleh kristal berwarna kuning dengan titik leleh 293 oC – 295 oC. Analisa Spektrum IR (Gambar 1). Pada daerah paling utama dari senyawa alkaloid munculnya bilangan gelombang 1635,78 cm-1 dengan puncak tajam menunjukkan serapan kharakteristik N-C = C dari rentangan -C=C atau vinil serta bilangan 1541,26 –1508,47 cm–1 dengan puncak lemah menunjukkan serapan kharakteristik –NH3, NH2 dari –NH+ sedangkan pada bilangan gelombang 3443,25 cm-1 dengan puncak melebar menunjukkan adanya vibrasi O-H dengan puncak tajam menunjukkan vibrasi C=O pada bilangan gelombang 2959,07 cm-1










Analisa spektrum 1H-NMR (Gambar 2) terlihat adanya pergeseran kimia 1,18 – 1,28 ppm multiplet –CH3, pergeseran kimia pada daerah 1,97 –2,07 ppm terdapat puncak kuartet ini menunjukkan adanya proton dari karbon CH3 –(C=C) pergeseran kimia 3,29 –5,41 ppm merupakan puncak multiplet ini menunjukkan proton yang terikat pada atom N, H(N)-aromatis dan juga pada 6,14 ppm adanya atom N yang terjadi pada senyawa alkaloid.